banner 728x250

Program Bank Sampah Berau Mandek, DPRD Desak Evaluasi Total dan Penguatan Sosialisasi

BERAU, BorneoPost – Program Bank Sampah yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Berau terancam berhenti beroperasi setelah berjalan sekitar satu tahun. Minimnya partisipasi masyarakat membuat program tersebut stagnan dan jauh dari target awal.

Anggota DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa, menilai kondisi ini sebagai alarm serius bagi pemerintah daerah. Menurutnya, Bank Sampah sejatinya memiliki potensi besar, tidak hanya dalam mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Program ini sebenarnya sangat strategis. Selain membantu pengelolaan sampah, juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga,” ujarnya.

Namun di lapangan, kata Grace, rendahnya keterlibatan masyarakat diduga dipicu oleh kurangnya sosialisasi dan minimnya pendampingan teknis. Akibatnya, masyarakat belum sepenuhnya memahami manfaat maupun mekanisme pengelolaan Bank Sampah.

Ia menegaskan, tanpa intervensi serius dari pemerintah, program tersebut berisiko mati sebelum berkembang.

“Informasi yang tidak tersampaikan dengan baik dan tidak adanya bimbingan berkelanjutan membuat masyarakat ragu untuk ikut terlibat,” jelasnya.

Grace pun mendesak DLHK Berau untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari memperkuat edukasi publik hingga memberikan pendampingan intensif kepada warga yang ingin terlibat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi.

Menurutnya, jika dikelola secara optimal, Bank Sampah dapat melahirkan berbagai produk bernilai jual, seperti kerajinan daur ulang hingga bahan baku industri yang berpotensi menembus pasar lebih luas.

“Potensinya besar. Tinggal bagaimana keseriusan pemerintah untuk melanjutkan dan mengembangkannya,” tegasnya.

Ia juga mendorong dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut guna mengidentifikasi kendala utama di lapangan. Dengan begitu, solusi yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan berdampak nyata.

DPRD Berau berharap pembenahan segera dilakukan agar program Bank Sampah tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan bagi masyarakat.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *