BERAU, BorneoPost – Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah, mendorong agar penyelesaian persoalan lahan sawit antara warga dan PT Berau Bara Abadi ditempuh melalui jalur mediasi dengan skema tali asih, bukan ganti rugi penuh.
Hal itu disampaikan Agus saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait tindak lanjut persoalan lahan milik Sukardi dan sejumlah warga lainnya. Senin (25/5/2026).
Menurutnya, dari hasil pembahasan yang berlangsung bersama pemerintah kampung, kecamatan dan masyarakat, ruang penyelesaian sebenarnya masih sangat terbuka karena mediasi telah beberapa kali dilakukan.
“Kita menangkap dari apa yang disampaikan camat, mediasi ini sudah beberapa kali dilakukan. Artinya ruang penyelesaian sebenarnya masih terbuka,” ujarnya.
Agus menegaskan, dalam sengketa lahan, legalitas tetap menjadi dasar utama. Ia menjelaskan, istilah ganti rugi berkaitan dengan hak kepemilikan lahan, sementara persoalan yang berkembang saat ini lebih mengarah pada keberadaan tanaman masyarakat di atas lahan yang sebelumnya telah dibebaskan perusahaan.
Karena itu, ia menilai penyelesaian yang memungkinkan ditempuh adalah melalui pemberian tali asih atau kompensasi.
“Kalau melihat rangkaian persoalan ini, yang muncul sebenarnya lebih kepada tali asih, bukan ganti rugi. Karena kalau ganti rugi itu berkaitan dengan hak milik lahan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan kedua belah pihak dalam proses mediasi. Menurutnya, penyelesaian akan sulit tercapai apabila masing-masing tetap bertahan pada angka dan kepentingannya sendiri.
“Kalau masing-masing bertahan dengan hitungannya sendiri, tentu akan sulit menemukan titik temu. Karena itu perlu ada tawar-menawar yang wajar,” tegasnya.
Dalam RDP tersebut, pihak perusahaan diketahui tidak dapat menghadiri pertemuan. Meski demikian, Agus berharap proses mediasi lanjutan tetap dilakukan agar persoalan tidak berlarut-larut.
Ia optimistis penyelesaian tetap bisa dicapai apabila komunikasi antara masyarakat dan perusahaan terus dibuka.
“Lampunya sebenarnya sudah ada, tinggal bagaimana dibuat lebih terang lagi melalui pertemuan selanjutnya,” pungkasnya.
