TANJUNG REDEB, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik PLN sepanjang semester pertama tahun 2026. Kepastian ini disampaikan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat yang belakangan mempertanyakan besaran tagihan listrik yang dirasa meningkat.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan hasil koordinasi dengan pihak PLN menunjukkan bahwa tarif listrik yang berlaku sejak Januari hingga Juni 2026 masih tetap dan tidak mengalami penyesuaian.
Menurutnya, apabila terdapat pelanggan yang merasakan lonjakan tagihan listrik, hal tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi listrik di rumah tangga maupun tempat usaha, bukan karena adanya kenaikan tarif dari pemerintah.
“Tarif listrik sampai Juni 2026 masih tetap. Tidak ada perubahan tarif. Jika ada kenaikan tagihan yang dirasakan masyarakat, kemungkinan disebabkan oleh penggunaan listrik yang lebih tinggi dibanding sebelumnya,” kata Gamalis usai melakukan pertemuan dengan jajaran PLN. Rabu (24/6-2026).
Selain membahas tarif, pertemuan tersebut juga menyoroti perkembangan sektor kelistrikan di Kabupaten Berau yang dinilai semakin membaik dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan layanan adalah beroperasinya sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan yang menghubungkan sejumlah provinsi di pulau tersebut.
Gamalis menjelaskan, keberadaan jaringan interkoneksi yang menghubungkan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara telah memperkuat pasokan listrik dan mengurangi risiko gangguan di daerah.
Dampaknya, frekuensi pemadaman listrik yang sebelumnya kerap dikeluhkan masyarakat kini semakin berkurang dan sistem kelistrikan menjadi lebih andal.
“Sekarang kondisi listrik jauh lebih stabil dibanding beberapa tahun lalu. Gangguan pemadaman juga semakin minim karena sistem kita sudah terhubung dengan interkoneksi Kalimantan,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkab Berau menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya terkait pemerataan akses listrik ke sejumlah kampung yang belum terlayani secara optimal oleh jaringan PLN.
Pemerintah daerah, kata Gamalis, berkomitmen mendukung berbagai program pengembangan infrastruktur kelistrikan agar seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat menikmati layanan listrik yang memadai.
“Kami ingin manfaat pembangunan sektor kelistrikan bisa dirasakan secara merata. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung upaya perluasan jaringan listrik hingga menjangkau seluruh wilayah Berau,” tegasnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Berau, Rizki Rhamdan Yusuf, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendorong penguatan sistem kelistrikan daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan akses listrik sekaligus meningkatkan keandalan pasokan energi bagi masyarakat.
Rizki menjelaskan, PLN saat ini terus melakukan penguatan jaringan distribusi serta optimalisasi sistem interkoneksi Kalimantan guna menjaga stabilitas pasokan listrik di Berau dan wilayah sekitarnya.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemkab Berau. Kolaborasi yang baik akan mempercepat program pengembangan jaringan listrik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan penguatan sistem yang terus dilakukan, PLN berharap masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang semakin stabil, aman, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari.
“Kami berkomitmen meningkatkan keandalan listrik dan memperluas jangkauan layanan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Berau,” pungkasnya.
