Berita  

Telah Terjadi Kasus Pelecehan Seksual, Kali Ini Dialami Seorang Mahasiswi

Samarinda, Borneo Post- Lagi-lagi terjadi pelecehan seksual yang dialami seorang mahasiswi berinisial N (19), berlokasi disebuah gerai daerah Pramuka, Samarinda. Pada Senin, (29/04/2024).

Pelaku merupakan seorang remaja pria yang diduga masih belasan tahun namun sampai saat ini identitasnya belum diketahui dan masih dalam tahap penyelidikan.

Menurut keterangan korban, kejadian ini Ia alami ketika ingin berbelanja disebuah gerai bersama kawannya sekitar pukul 7 malam.

“Awalnya Saya sama teman Saya baru datang ke toko itu, baru di parkiran tiba-tiba cowok yang baju orange itu datang terus melakukan pose tidak senonoh sambil ketawa-ketawa dengan teman-temannya,” bebernya.

setelah kejadian tersebut, korban menjelaskan jika dirinya merasa ketakutan dan mencoba merekam wajah pelaku dan teman-temannya sembari ke arah jalan pulang dan mencoba menyebarkan video tersebut ke sosial media.

“Karena saya takut, jadi saya langsung masuk aja gitu. Tapi, awalnya saya nggak tau itu pelecehan, tapi mereka tuh ketawa-ketawa di ujung gitu bertiga. Terus, pas saya pulang, mereka masih manggil saya mbak, mbak, jadi Saya videoin, terus Saya balik ke kost sebentar dan minta bantuan ke teman-teman pas Saya balik, mereka udah nggak ada, jadi Saya minta CCTV-nya ke toko itu.” lanjutnya.

Ia menambahkan jika dirinya bukanlah korban pertama si pelaku. Namun, berdasarkan keterangan orang sekitar kepada korban para remaja tersebut sudah seringkali mengganggu para pengunjung atau siapapun yang lewat.

“Banyak yang bilang tuh, katanya emang sering di situ kayak sering gangguin orang-orang juga.” tambahnya.

Setelah menyebarkan video tersebut, korban disarankan untuk menghubungi pihak TRC PPA (Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak) oleh salah seorang netizen.

“Awal mulai melaporkan ke TRC karena Saya nggak terima, jadi Saya viralin di semua sosial media yang Saya punya. Terus ada Bapak-Bapak yang kontak Saya, suruh kontak ibu Rina Jadi Saya langsung kontak aja gitu,” jelasnya.

Berdasarkan kasus tersebut, Ia berharap agar pelaku dihukum setimpal dengan perlakuan yang diberikan kepada para korban.

“Semoga pelaku ditangkap, terus dapat perlakuan yang setimpal, setidaknya bisa dihukum juga, supaya nggak ada korban yang lain lagi.” sambungnya.

Sementara itu, Rina Zainun Asli, yang merupakan Ketua TRC PPA Kaltim memberikan tanggapan terkait kasus tersebut. Hal itu Ia sampaikan saat ditemui di Kana Coffe, Samarinda pada, Selasa (30/04/2024) malam.

“Awalnyakan ditunjukkan tuh video viral, dikirim di grup. Kemudian, Saya mendapatkan chat dari korban masuk, berkata assalamualaikum Bu, Saya korban pelecehan yang viral di FB, Saya minta bantuan untuk pendampingan, Dia bilang,” pungkas Rina.

Rina menjelaskan, berdasarkan video dan laporan yang Ia terima, perlakuan yang didapatkan si korban dari si pelaku termasuk pelecehan seksual.

“Akhirnya Saya buka itu video, nah memang awalnya Saya berpikir itu pelecehan secara verbal ya, karena Saya melihat seperti berkata-kata orang ini sambil melakukan gerakan, nah ternyata berdasarkan keterangan korban, itu pelecehan non-verbal, karena si pelaku melakukan suatu gerakan seksual, mengajak untuk melakukan aktivitas seksual tapi tanpa menyentuh korban, dan tanpa berbicara,” bebernya.

Dari peristiwa ini, Rina bersama tim mengambil langkah tegas untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

“Nah berdasarkan kejadian itu, kami akan coba dampingi, karena korban sudah melakukan pelaporan di awal kepada kepolisian, nanti kami bantu untuk tindaklanjuti, apapun nanti, tindakan dari kepolisian, terhadap para terduga pelaku ini, kami ikut dampingi.” terangnya. (Delvi)

Exit mobile version