BERAU, BorneoPost – Anggota DPRD Berau, H. Husin Djufrie, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) bersama Pemerintah Kabupaten Berau, Sabtu (23/5/2026), di RT 4 Kampung Derawan, Kecamatan Pulau Derawan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman terkait Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Sosialisasi berlangsung mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai dan dihadiri tokoh masyarakat, warga setempat, serta perangkat kampung.
Husin Djufrie menyampaikan bahwa ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat, harmonis, dan sejahtera. Karena itu, keberadaan perda tersebut dinilai penting untuk dipahami masyarakat secara luas.
“Ketahanan keluarga bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Melalui perda ini, kita ingin memperkuat peran keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perda tersebut mengatur berbagai aspek penting dalam pembangunan keluarga, mulai dari pendidikan karakter, perlindungan anak dan perempuan, peningkatan kesejahteraan keluarga, hingga pembinaan sosial di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, sosialisasi perda menjadi langkah penting agar masyarakat mengetahui hak dan kewajiban mereka serta memahami peran pemerintah dalam mendukung ketahanan keluarga.
Kegiatan itu turut menghadirkan narasumber Dra. Juanita Sari dan Syahruni yang memaparkan materi terkait implementasi perda dalam kehidupan sehari-hari. Sementara jalannya diskusi dipandu moderator H. Sappe.
Dalam pemaparannya, Dra. Juanita Sari menekankan pentingnya komunikasi dan keharmonisan dalam keluarga sebagai upaya mencegah berbagai persoalan sosial.
“Ketahanan keluarga harus dimulai dari rumah. Jika keluarga kuat, maka lingkungan masyarakat juga akan ikut kuat,” katanya.
Sementara itu, Syahruni mengajak masyarakat untuk lebih aktif membangun lingkungan sosial yang sehat serta memperhatikan pendidikan dan pembinaan anak sejak dini.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara masyarakat dan narasumber. Warga terlihat antusias mengikuti jalannya sosialisasi hingga kegiatan berakhir.
