BERAU, BorneoPost – Pelabuhan Wika di Kabupaten Berau dipastikan bukan dermaga yang pasif atau tidak berfungsi. Sejumlah kapal, termasuk kapal yang masuk dalam program nasional Tol Laut, tercatat sudah pernah sandar dan beroperasi di pelabuhan tersebut. Hanya saja, hingga saat ini intensitas sandar kapal belum berlangsung secara rutin.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Dr. H. Andi Marewangeng, ST., MT, menegaskan bahwa aktivitas pelayaran di Pelabuhan Wika telah berjalan dalam beberapa kesempatan. Salah satu kapal yang pernah terjadwal sandar adalah Kapal Sabuk Nusantara, yang merupakan bagian dari program Tol Laut Kementerian Perhubungan.
“Pelabuhan Wika ini sebenarnya sudah cukup sering disandari kapal. Kapal Sabuk Nusantara sudah pernah masuk dan terjadwal sandar di sini sebagai bagian dari program Tol Laut. Selain itu, kapal-kapal lain juga pernah menggunakan dermaga ini,” ungkap Andi Marewangeng. Selasa (27/1/2026).
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa frekuensi kedatangan kapal masih tergolong terbatas. Aktivitas sandar kapal di Pelabuhan Wika belum berlangsung secara reguler sebagaimana pelabuhan-pelabuhan utama lainnya di wilayah Kalimantan Timur.
“Kalau bicara fungsi dermaga, itu sudah berjalan. Namun yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah intensitasnya yang belum rutin. Jadwalnya belum berkesinambungan,” jelasnya.
Menurut Andi, kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebutuhan operasional pelayaran, rute kapal, hingga pertimbangan muatan dan jumlah penumpang. Oleh karena itu, Dishub Berau terus melakukan evaluasi serta koordinasi lintas sektor untuk mendorong optimalisasi Pelabuhan Wika.
Pemerintah Kabupaten Berau, lanjutnya, tidak tinggal diam. Melalui Dishub, pihaknya aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, serta para operator pelayaran agar Pelabuhan Wika dapat dimasukkan secara lebih konsisten dalam rute pelayaran nasional maupun perintis.
“Upaya kami adalah memastikan Pelabuhan Wika bisa dimanfaatkan secara maksimal. Jika intensitas sandar kapal meningkat, maka manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam hal konektivitas, distribusi logistik, dan mobilitas penumpang,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan Pelabuhan Wika memiliki nilai strategis bagi Kabupaten Berau, khususnya sebagai alternatif jalur transportasi laut selain pelabuhan yang selama ini lebih dominan digunakan. Dengan meningkatnya aktivitas pelayaran, pelabuhan ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar.
“Pelabuhan ini punya potensi besar. Tinggal bagaimana ke depan aktivitasnya bisa lebih rutin dan terjadwal. Kalau itu tercapai, tentu akan berdampak positif terhadap perekonomian dan pelayanan transportasi laut di Berau,” pungkas Andi Marewangeng.
