Gerakan Pasar Ikan Murah Disambut Antusias, 6,4 Ton Ikan Ludes dalam Hitungan Jam

BERAU, BorneoPost – Gerakan Pasar Ikan Murah yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung, Sabtu (16/5/2026), mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sebanyak 6,4 ton ikan segar yang disiapkan panitia habis terjual hanya dalam beberapa jam.

Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Berau itu digelar dalam rangka memperingati Hari Nelayan Nasional yang jatuh pada 6 April 2026 lalu, sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun HNSI ke-53.

Ketua HNSI Berau, Suryadi Marzuki mengatakan, peringatan Hari Nelayan Nasional menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para nelayan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan kedaulatan maritim.

“Peringatan Hari Nelayan ini bertujuan untuk mengapresiasi jasa, kerja keras dan dedikasi para nelayan kita yang menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan kedaulatan maritim,” ujarnya dalam sambutan kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, gerakan pasar ikan murah lahir dari keresahan para nelayan melihat harga sejumlah kebutuhan pokok yang mulai mengalami kenaikan. Karena itu, HNSI mencoba menghadirkan alternatif dengan menyediakan ikan segar berharga terjangkau untuk membantu masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.

“Ketika beberapa komoditas sembako mulai meroket, kami dari nelayan mencoba menekan inflasi dengan menghadirkan gerakan pasar,” katanya.

Menurut Suryadi, program pasar murah tersebut rencananya akan dilaksanakan secara rutin minimal satu kali setiap bulan. Namun pelaksanaannya tetap mempertimbangkan stabilitas harga pasar agar tidak menimbulkan gejolak di kalangan pedagang.

“Kita ingin kegiatan ini berkesinambungan, minimal satu kali sebulan, tentu dengan tetap menjaga keseimbangan harga pasar,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap pasar ikan murah. Bahkan, ikan segar yang baru didatangkan dalam satu malam langsung habis sebelum acara resmi dibuka.

“Kurang lebih 6.400 kilogram ikan yang kami siapkan habis dalam waktu singkat. Ini di luar perkiraan kami dan menunjukkan antusias masyarakat sangat tinggi,” ungkapnya.

Selain fokus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan murah dan bergizi, HNSI juga menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah dalam penanganan stunting dan penguatan ketahanan pangan.

Di hadapan pemerintah daerah dan tamu undangan, Suryadi turut menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi nelayan Berau. Salah satunya terkait keterbatasan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk nelayan yang dinilai masih menjadi tantangan besar.

“Ketersediaan kuota BBM nelayan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti minimnya fasilitas pendukung sektor perikanan seperti cold storage dan pabrik es, khususnya di wilayah Pulau Maratua. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kualitas hasil tangkapan ikan saat sampai ke tangan konsumen.

“Di Maratua misalnya, masih belum ada pabrik es. Akibatnya kualitas produk perikanan kita menurun ketika sampai ke masyarakat,” ujarnya.

HNSI juga berharap dapat dilibatkan dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan, termasuk program-program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tak hanya itu, Suryadi turut menyinggung persoalan distribusi hasil perikanan, terutama ekspor seafood hidup yang dinilai terdampak oleh keterbatasan penerbangan langsung dari Berau. Saat ini, distribusi hasil laut harus melalui Tarakan maupun Balikpapan sehingga memengaruhi kualitas produk.

Meski demikian, ia mengaku bangga karena produk perikanan asal Berau telah mampu menembus pasar internasional hingga Hongkong dan negara-negara Asia lainnya.

“Produk perikanan Berau sudah bisa masuk pasar Asia. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Suryadi menegaskan komitmen HNSI untuk terus hadir membantu masyarakat dan nelayan melalui berbagai program sosial dan ekonomi.

“Moto kami adalah nelayan berbagi. Apapun hasil dari laut, kita bagikan untuk masyarakat di darat,” pungkasnya.

Exit mobile version