SAMARINDA, BorneoPost — Anggota DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mendorong agar pelaksanaan KalaFest dapat terus digelar secara rutin setiap tahun sebagai upaya memperkuat promosi produk lokal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Kalimantan Timur.
Menurut Viktor, kegiatan seperti KalaFest 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat lebih luas. Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif lokal yang perlu terus didukung.
“Kalau bisa kegiatan seperti ini terus diadakan setiap tahun, bahkan setiap momen tertentu, supaya masyarakat semakin mengenal produk lokal yang halal dan bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat bawah,” ujar Viktor.
Dalam gelaran KalaFest 2026, berbagai produk khas Kalimantan Timur dipamerkan, mulai dari batik, sarung, hingga produk herbal alami seperti teh serai dan teh gaharu. Viktor menyebut keberagaman produk tersebut menjadi bukti bahwa daerah memiliki potensi ekonomi yang besar apabila terus dibina dan dipromosikan secara berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, khususnya Bank Indonesia, yang dinilai konsisten mendukung pengembangan UMKM halal dan ekonomi syariah di Kalimantan Timur.
“Masyarakat jadi tahu ternyata ada banyak produk lokal yang punya nilai ekonomi tinggi dan bisa dikembangkan menjadi peluang usaha baru,” katanya.
KalaFest 2026 sendiri digelar oleh Bank Indonesia bersama sejumlah pihak di Islamic Center Samarinda dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur pada 8–10 Mei 2026.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital di Kalimantan Timur”, kegiatan tersebut menghadirkan lebih dari 150 UMKM halal unggulan, business matching, sharia expo, hingga edukasi ekonomi syariah.
Selain pameran UMKM, acara juga diramaikan dengan Sharia Forum, kompetisi syariah, Gerakan Pangan Murah, tabligh akbar bersama Ustadz Maulana, hingga penampilan Haddad Alwi pada penutupan acara.
Tak hanya berdampak pada pengembangan UMKM, Viktor menilai festival seperti KalaFest juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan masyarakat. Menurutnya, konsep ketahanan pangan harus dipahami secara luas, mencakup kebutuhan pangan rumah tangga hingga produk olahan makanan.
“Ketahanan pangan itu bukan hanya soal menanam. Semua lini harus diperhatikan, mulai dari kebutuhan dapur rumah tangga hingga makanan berat. Jadi kegiatan seperti ini juga bisa membantu mengangkat ketahanan pangan masyarakat,” tandasnya.
Penulis: Grace
