BERAU, BorneoPost – Anggota Komisi III DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa, menilai sudah saatnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membuka diri lebih luas terhadap kehadiran investor, terutama di sektor-sektor non-ekstraktif. Ia menegaskan, keterbukaan terhadap investasi baru akan menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah yang selama ini masih bertumpu pada tambang dan perkebunan sawit.
Menurut Grace, ketergantungan Berau terhadap dua sektor tersebut membuat ekonomi daerah rentan terhadap fluktuasi harga global dan perubahan kebijakan nasional. Karena itu, ia mendorong agar pemerintah daerah mulai serius menyiapkan strategi diversifikasi ekonomi dengan membuka peluang investasi di sektor lain seperti pariwisata, perikanan, industri kreatif, dan energi terbarukan.
“Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada batu bara dan sawit. Dua sektor ini memang menjadi penopang utama, tapi juga memiliki batas waktu. Kalau tidak mulai membuka ruang bagi investor di sektor lain, Berau akan kesulitan menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).
Grace menilai, sikap terbuka terhadap investor bukan berarti mengabaikan regulasi atau aspek lingkungan hidup. Sebaliknya, Pemkab Berau harus mampu menciptakan iklim investasi yang sehat dan transparan, di mana perizinan dilakukan dengan cepat, mudah, namun tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.
“Kita butuh sistem yang jelas dan ramah bagi investor, tapi tetap tegas terhadap pelanggaran lingkungan. Banyak calon investor tertarik ke Berau, tapi sering kali terhambat pada prosedur birokrasi yang panjang dan tidak pasti,” tegasnya.
Politisi perempuan ini juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyiapkan infrastruktur pendukung. Mulai dari ketersediaan jalan, listrik, air bersih, hingga jaringan telekomunikasi yang memadai. Tanpa dukungan infrastruktur, kata Grace, investor akan ragu menanamkan modalnya di daerah.
“Kalau kita ingin mereka datang, maka daerah harus siap. Infrastruktur harus memadai, tenaga kerja lokal harus disiapkan, dan data potensi ekonomi harus mudah diakses. Investor perlu kepastian, bukan sekadar janji,” tandasnya.
Grace menambahkan, keterbukaan terhadap investor juga sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang tengah digalakkan pemerintah pusat. Dengan pengelolaan yang baik, investasi dapat menjadi solusi untuk memperluas lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memperkuat ekonomi masyarakat lokal.
“Intinya, investasi bukan semata tentang uang yang masuk, tapi bagaimana daerah bisa tumbuh bersama. Pemerintah daerah harus menjadi fasilitator, bukan penghambat,” pungkasnya.
Dorongan Grace Warastuty ini menjadi sinyal kuat bagi Pemkab Berau untuk segera meninjau kembali kebijakan investasi yang ada. Dengan membuka pintu lebih lebar dan memperkuat tata kelola, Berau diharapkan bisa melangkah menuju transformasi ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Arifin/Adv
