banner 728x250

Pemkab Berau Genjot Pertumbuhan Ekonomi Lewat Kolaborasi Lintas Sektor, Sekda Tegaskan Sinergi Jadi Kunci

BERAU, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, saat memimpin kegiatan Koordinasi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.

Dalam arahannya, Muhammad Said menekankan bahwa akselerasi ekonomi hanya dapat tercapai apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja dalam satu visi yang terintegrasi dan saling melengkapi. Menurutnya, koordinasi lintas instansi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak agar pembangunan berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Diperlukan koordinasi lintas sektor, kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta komitmen bersama untuk mengintegrasikan program dan kebijakan secara harmonis,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa empat dari enam misi pembangunan daerah Berau berorientasi langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Mulai dari mendorong perekonomian kreatif dan inovatif menuju peningkatan pendapatan per kapita, pengentasan kemiskinan melalui perluasan kesempatan berusaha, percepatan pembangunan berbasis potensi lokal, hingga penguatan sektor pariwisata dan UMKM sebagai pilar ekonomi masyarakat.

Muhammad Said juga menekankan bahwa pembangunan ekonomi daerah harus sejalan dengan arah kebijakan nasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan surat edaran pada 11 Juli 2025 sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai delapan persen.

Sebagai respon, Pemkab Berau telah membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang berisi unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, TNI/Polri, BUMD, pelaku usaha, dan mitra pembangunan. Tim ini memiliki mandat untuk melaksanakan sembilan langkah konkret akselerasi ekonomi daerah.

“Tim ini diharapkan dapat bekerja optimal dalam melaksanakan sembilan langkah konkret percepatan ekonomi daerah,” jelasnya.

Sembilan langkah tersebut meliputi percepatan realisasi APBD, peningkatan investasi PMA dan PMDN, percepatan proyek infrastruktur strategis, pengendalian harga bahan pokok, pencegahan ekspor-impor ilegal, serta perluasan lapangan kerja. Selain itu, peningkatan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, penguatan industri manufaktur, serta kemudahan perizinan usaha menjadi fokus yang tidak kalah penting.

Said menegaskan bahwa keberhasilan program percepatan ekonomi sangat bergantung pada sinergi semua pihak, termasuk konsistensi pelaporan capaian secara transparan, akuntabel, dan tepat waktu.

“Melalui forum koordinasi ini, kami berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Berau. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang berdaya saing dan berkeadilan,” pungkasnya.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *