TANJUNG REDEB,Borneo Post – Kepengurusan Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) resmi menetapkan Nuhgrahi Mawan (ahong) sebagai Ketua Asdeki Kalimantan Timur (Kaltim) setelah melalui pemilihan secara Alamasi,yang di selenggarakan di Hotel Fuga Big Mall Samarinda, Sabtu (21/10/2023).
Keputusan ini dibuat untuk mengajui dan mendukung keberadaan Asosiasi Depo Kontainer Indonesia yang dibentuk berdasarkan hasil musyawarah nasional sebagai wadah menampung aspirasi pengusaha perusahaan depo peti kemas kosong sebagai mitra Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan kelancaran dan efisiensi rangkaian proses kegiatan transportasi.
Di jumpai usai kegiatan tersebut, Nuhgrahi mawan (Ahong) selaku ketua terpilh untuk Priode 2023-2028 mengungkapkan, bahwasanya dirinya berterimakasih atas kepercayaan yang telah di berikan kepadanya untuk menjadi ketua di kepengurusan Asdeki kaltim saat ini.
“Saya tahu beban yang akan saya pikul nantinya selama kepemimpinan saya sebagai ketua asdeki kaltim tidak akan mudah, namun saya juga tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan teman-teman semua yang telah memilih saya sebagai ketua asdeki kaltim pada hari ini,”ucapnya.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan,bahwa ia akan selalu menjaga baik hubungan kemitraan dengan kementerian perhubungan Indonesia guna mewujudkan kelancaran dan efisiensi rangkaian proses kegiatan transportasi kontainer saat ini.
“Bersama kita akan jaga kelancaran dan efisiensi arus transpotasi yang ada saat ini,”ujarnya.
Selain itu, ASDEKI juga akan berperan serta membantu pemerintah dan instansi terkait dalam menyusun dan memperbaiki beberapa peraturan dan ketentuan yang dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan saat ini dan melakukan pengembangan kualitas SDM untuk mencapai standarisasi sebagaimana yang ditetapkan dalam PM 83/2016.
“Agar sinergitas bersama pemerintah daerah juga bisa terus terjalin tanpa harus mengeluarkan aturan yang berlawanan,”jelasnya.
Ahong berharap, kedepannya dirinya bisa mengadakan kerja sama dengan independen surveyor dalam mengaplikasikan survei kontainer berbasis IT di pelabuhan dan di depo peti kemas, agar lebih tercapai akurasi dalam mendata mengenai kerusakan kontainer dan jaminan keamanan bagi pemilik barang.
“Secara bertahap akan kita kembangkan bahkan terapkan semua apa yang kita harapkan,”ungkapnya.(PiN)
