BERAU, BorneoPost – Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, meminta pelaku kekerasan seksual terhadap anak dijatuhi hukuman berat guna memberikan efek jera dan mencegah kasus serupa terus terulang.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul maraknya kasus cabul terhadap anak di Kabupaten Berau yang dinilai sudah menjadi persoalan serius dan memprihatinkan.
Menurut Thamrin, pelaku kekerasan seksual terhadap anak kini tidak hanya berasal dari lingkungan keluarga atau orang terdekat, tetapi juga melibatkan oknum tenaga pendidik hingga guru mengaji yang selama ini dipercaya masyarakat.
“Harapan kita ini harus diberikan hukuman yang layak dan pantas,” ujarnya. Selasa (19/5/2026).
Ia menilai penerapan hukuman berat penting dilakukan karena sejumlah kasus serupa terjadi berulang dengan korban yang berbeda.
“Memang mereka perlu diberikan hukuman seberat-beratnya supaya ada efek jera. Karena ini seperti sudah sering terjadi,” katanya.
Thamrin mengungkapkan, banyak pelaku justru berasal dari lingkungan yang dekat dengan anak, seperti guru, ustaz, pengajar pesantren hingga keluarga korban sendiri.
Karena itu, ia menegaskan apabila pelaku berasal dari profesi tenaga pendidik, maka selain diproses hukum juga harus diberhentikan dari jabatannya.
“Kalau itu tenaga pendidik, harus dipecat dari jabatannya, ditahan dan diberi hukuman berat supaya menjadi pelajaran bagi yang lain,” tegasnya.
Selain penindakan hukum, Thamrin juga mendorong pemerintah memperketat proses seleksi calon tenaga pendidik, termasuk melakukan penelusuran rekam jejak sebelum seseorang diangkat menjadi guru maupun pengajar agama.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada riwayat perilaku menyimpang yang berpotensi membahayakan anak-anak di lingkungan pendidikan.
Tak hanya itu, ia juga mengusulkan adanya tes psikologi dan pemeriksaan kejiwaan bagi calon tenaga pendidik guna memastikan kondisi mental pengajar benar-benar layak dan mampu menjadi teladan bagi murid.
“Tes psikologi itu penting supaya yang mengajar benar-benar memiliki kejiwaan yang baik dan bisa memberikan edukasi serta teladan kepada anak-anak,” pungkasnya.
Arifin/Adv












