BERAU, BorneoPost – DPRD Berau menguak persoalan serius di tubuh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setelah muncul keluhan masyarakat terkait kekosongan obat dan layanan kesehatan. Kondisi ini memicu desakan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan pengelolaan anggaran rumah sakit.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menegaskan bahwa kekosongan obat merupakan persoalan krusial yang tidak boleh terulang.
“Obat tidak boleh kosong. Ini menyangkut pelayanan dasar dan keselamatan pasien,” tegasnya.
Ia juga menyoroti beban utang rumah sakit yang mencapai miliaran rupiah sebagai sinyal lemahnya tata kelola keuangan yang perlu segera dibenahi.
Senada, Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mempertanyakan serapan anggaran RSUD yang dinilai tidak maksimal. Dari total anggaran sekitar Rp210 miliar, masih terdapat sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA), sementara di sisi lain muncul keluhan layanan.
“Ini kontradiktif. Ada anggaran yang tidak terserap, tapi pelayanan justru bermasalah. Ini yang akan kami telusuri lebih dalam,” ujarnya.
DPRD menegaskan akan melakukan pendalaman terhadap persoalan tersebut, termasuk membuka opsi perombakan manajemen jika ditemukan ketidakefisienan dalam pengelolaan.
Di sisi lain, pihak RSUD melalui Kepala Bagian Tata Usaha, Sarengat, menjelaskan kekosongan obat dipicu oleh lonjakan kebutuhan serta penurunan pendapatan akibat perubahan status pembayaran BPJS dari tipe C ke tipe D.
“Status tersebut sudah kembali normal sejak April,” ungkapnya.
Ia menambahkan, utang pengadaan obat yang sempat menembus lebih dari Rp10 miliar juga menjadi faktor penghambat distribusi. Namun, sebagian kewajiban telah diselesaikan.
“Sekitar Rp5,5 miliar sudah dibayarkan,” jelasnya.
Selain itu, beban pembiayaan pembangunan Gedung Walet turut mempersempit ruang fiskal rumah sakit, sehingga berdampak pada keterlambatan pembayaran kepada distributor obat.
Meski demikian, manajemen memastikan kondisi saat ini telah berangsur pulih. Distribusi obat kembali normal dan pelayanan kepada pasien diklaim berjalan tanpa kendala.
“Sekarang sudah tidak ada masalah, pelayanan berjalan seperti biasa,” pungkasnya.
Arifin/Adv
