banner 728x250

Gedung Baru Belum Lengkap Sarana Prasarana, Siswa SDN 013 Samarinda Terpaksa Belajar Lesehan

SAMARINDA, BorneoPost– Hampir setengah tahun berlalu sejak gedung baru SD Negeri 013 Samarinda di Jalan Masaji, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Sambutan, mulai digunakan. Namun, nasib ratusan siswa di sekolah ini masih memprihatinkan. Mereka terpaksa menjalani proses belajar mengajar tanpa dilengkapi fasilitas dasar berupa meja dan kursi sekolah.

Akibat ketiadaan sarana tersebut, pemandangan menyedihkan terlihat di ruang-ruang kelas. Para siswa tampak bersemangat mengikuti pelajaran, namun mereka harus duduk bersila di atas lantai ubin tanpa alas apa pun. Sebagai pengganti fasilitas sekolah, mereka hanya mengandalkan meja lipat kecil yang dibawa sendiri dari rumah masing-masing untuk menulis dan mengerjakan tugas.

Kondisi ini diakui langsung oleh Dian Kuswoyo, Guru Kelas III di sekolah tersebut, saat ditemui, Rabu (3/6/2026). Ia menyatakan bahwa pembelajaran belum bisa berjalan secara maksimal. Posisi duduk di lantai dalam waktu lama membuat anak-anak lebih cepat merasa lelah, capek, dan mudah jenuh dibandingkan jika mereka belajar dengan fasilitas yang layak.

“Sejak ruangan ini kami tempati di awal semester dua tahun ajaran ini, belum ada satu pun meja atau kursi yang tersedia. Akhirnya, para orang tua bermusyawarah dan sepakat menyediakan meja lipat masing-masing agar kegiatan belajar tetap bisa berlangsung,” ungkap Dian.

Kekhawatiran yang sama dirasakan oleh para wali murid. Devi, orang tua salah satu siswa kelas II, mengaku sering mendengar keluhan anaknya yang mengeluh sakit pada bagian tubuh akibat terlalu lama duduk di lantai. Menurutnya, hal ini sangat menyiksa bagi anak-anak yang seharusnya bisa belajar dengan nyaman layaknya siswa di sekolah lainnya.

Hal senada disampaikan Fitri, wali murid lainnya. Ia menjelaskan bahwa meja lipat yang saat ini dipakai merupakan barang belian pribadi orang tua dengan harga sekitar Rp30.000 per unit, dan bukan merupakan aset milik sekolah. Lebih dari sekadar ketidaknyamanan, para orang tua mulai cemas akan dampak buruk bagi kesehatan anak-anak.

“Banyak orang tua yang melaporkan anaknya jadi sering sakit. Mulai dari sering masuk angin, perut kembung, sampai ada yang sering izin tidak masuk sekolah karena sakit. Memang belum pasti penyebab utamanya, namun kami yakin kebiasaan duduk di lantai yang dingin dan keras turut berpengaruh,” kata Fitri.

Oleh karena itu, para orang tua sangat berharap pemerintah dan pihak berwenang segera menyalurkan bantuan sarana dan prasarana belajar yang lengkap. Harapan sederhana mereka hanya satu: agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman, sehat, dan prestasi belajarnya bisa berkembang secara optimal.

“Kami berdoa semoga meja dan kursi untuk anak-anak di sekolah ini bisa segera terpenuhi dalam waktu dekat,” pungkas Fitri.

Penulis: Grace

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *