Usulan Ganti Nama Bandara Kalimarau, DPRD Berau Dorong Penguatan Identitas Sejarah Daerah

BERAU, BorneoPost – Wacana penguatan identitas daerah kembali mencuat di Kabupaten Berau. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penataan kota yang lebih berkarakter, dengan menonjolkan nilai sejarah dan budaya lokal sebagai daya tarik utama bagi pengunjung.

Salah satu usulan yang disorot adalah perubahan nama Bandara Kalimarau. Sutami mengusulkan agar bandara tersebut dapat menggunakan nama tokoh bersejarah Kesultanan Berau, seperti Sultan Raja Alam, yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam perjalanan sejarah daerah.

“Raja Alam merupakan tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Berau. Untuk mengabadikan jasa beliau, kami mengusulkan agar nama bandara bisa menggunakan nama beliau,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar simbolik, tetapi juga menjadi strategi memperkuat identitas daerah. Terlebih, nama Sultan Raja Alam saat ini tengah diusulkan sebagai pahlawan nasional, dan kisah perjuangannya juga dikabarkan akan diangkat ke layar lebar.

Sutami menilai, pengenalan tokoh-tokoh sejarah lokal dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata Berau. Dengan mengangkat narasi sejarah dan budaya, daerah yang dikenal sebagai Bumi Batiwakkal ini diyakini akan semakin menarik minat wisatawan.

“Berau akan lebih memiliki daya tarik jika kekayaan sejarah dan budayanya ditonjolkan. Ini bisa menjadi identitas yang melekat bagi setiap orang yang datang,” katanya.

Ia pun berharap, wacana tersebut dapat dikaji secara serius oleh pemerintah daerah. Menurutnya, penggunaan nama tokoh-tokoh bersejarah pada fasilitas publik, khususnya di pusat kota Tanjung Redeb, merupakan langkah konkret dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Penamaan bangunan penting dengan nama tokoh terdahulu adalah cara kita menjaga agar sejarah tidak dilupakan,” tutupnya.

Arifin/Adv

Exit mobile version