banner 728x250

Waka II Usul Penyulingan Air Laut Jadi Solusi Krisis Air di Maratua


BERAU, BorneoPost – Persoalan keterbatasan air bersih di wilayah pesisir dan kepulauan kembali menjadi sorotan DPRD Berau. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai pemerintah daerah perlu mulai menerapkan teknologi penyulingan air laut atau desalinasi guna menjawab kebutuhan air bersih masyarakat secara permanen.

Menurutnya, kawasan wisata kepulauan seperti Pulau Maratua selama ini masih bergantung pada sumber air terbatas yang kerap tidak mampu memenuhi kebutuhan warga, terutama saat musim kemarau.

Karena itu, DPRD sebelumnya telah mengusulkan pengadaan alat penyulingan air laut agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

“Penyulingan air laut ini pernah kami usulkan supaya bisa dimanfaatkan masyarakat di wilayah kepulauan,” ujarnya.

Sumadi mengatakan, penggunaan teknologi desalinasi dinilai lebih efektif dibanding hanya mengandalkan sumber mata air alami maupun penampungan air hujan yang kapasitasnya terbatas.

Ia menyebut, biaya pengadaan alat penyulingan tersebut diperkirakan berkisar Rp2 miliar hingga Rp5 miliar dan dinilai masih memungkinkan untuk direalisasikan pemerintah daerah.

Menurutnya, kebutuhan air bersih di kawasan wisata harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan pengembangan sektor pariwisata.

“Kalau hanya mengandalkan sumber air yang ada sekarang, tentu lama-lama tidak akan mencukupi,” katanya.

Ia pun meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau mulai melakukan kajian dan percepatan penanganan persoalan air bersih dengan memanfaatkan teknologi modern.

Sumadi juga mengungkapkan bahwa teknologi penyulingan air laut saat ini telah banyak digunakan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Badung, Bali, yang dinilai berhasil memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat pesisir.

Karena itu, ia mendorong adanya studi banding agar pemerintah daerah dapat melihat langsung sistem operasional dan kesiapan teknis penerapan desalinasi sebelum diterapkan di Berau.

“Kalau memang air di Maratua tidak mencukupi, maka harus dicari solusi dengan alat penyulingan air laut menjadi air tawar,” tegasnya.

Ia berharap penerapan teknologi tersebut nantinya mampu menjadi solusi jangka panjang sehingga masyarakat di wilayah kepulauan tidak lagi menghadapi krisis air bersih yang terus berulang setiap tahun.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *