banner 728x250

World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Gelar Forum Internasional Pengendalian Sampah Plastik

BERAU, BorneoPost – WWF Indonesia menggelar forum pertukaran pembelajaran bertajuk Plastic Smart Islands di Hotel Mercure, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini mempertemukan sejumlah negara di Asia Tenggara untuk membahas strategi penanganan sampah plastik di kawasan pesisir dan kepulauan.

Forum tersebut diikuti peserta dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Selama empat hari, para peserta akan berbagi pengalaman sekaligus mempelajari praktik pengelolaan sampah yang dinilai berhasil diterapkan di masing-masing negara.

Responsible Marine Tourism Manager WWF Indonesia, Ratna, mengatakan kegiatan ini difokuskan pada pertukaran pengetahuan terkait pengendalian sampah plastik melalui program Plastic Smart Islands.

“Forum ini menjadi ruang untuk saling belajar dan berbagi pengalaman antarnegara terkait pengelolaan sampah plastik di wilayah kepulauan,” ujarnya.

Menurut Ratna, Kabupaten Berau dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki kekuatan kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir dan destinasi wisata.

Ia menilai sinergi antara pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak di Berau menjadi contoh yang dapat dipelajari negara lain.

“Kolaborasi antar sektor di Berau menjadi salah satu hal yang ingin kami angkat sebagai pembelajaran bersama,” katanya.

Program Plastic Smart Islands sendiri mendorong penerapan pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R atau Reduce, Reuse,dan Recycle sebagai upaya mengurangi pencemaran plastik di laut.

Pendekatan tersebut dinilai penting, terutama bagi daerah kepulauan yang bergantung pada kelestarian lingkungan dan sektor pariwisata.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan persoalan sampah plastik menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap lingkungan dan daya tarik wisata.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dilakukan secara maksimal agar tidak hanya berakhir menjadi timbunan, tetapi juga memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

“Sampah plastik menjadi perhatian bersama dan harus dikelola lebih optimal,” tegasnya.

Gamalis berharap forum tersebut mampu melahirkan pola pengelolaan sampah yang lebih efektif dan sesuai diterapkan di wilayah kepulauan seperti Berau.

“Kami berharap ada model pengelolaan sampah yang ideal untuk daerah kepulauan dan kawasan wisata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *