TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan operasional RSUD Tanjung Redeb mulai Mei 2026. Namun, hingga akhir April, sejumlah aspek krusial seperti perizinan, alat kesehatan, dan sarana penunjang masih dalam tahap penyelesaian.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pembukaan rumah sakit akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan layanan rawat jalan sebagai tahap awal.
“Izin operasional masih berproses. Untuk tahap awal, kami fokus membuka layanan rawat jalan terlebih dahulu,” ujarnya saat meninjau lokasi rumah sakit di Jalan Sultan Agung, Senin (27/4/2026).
Pemerintah daerah selanjutnya akan melengkapi layanan secara bertahap, termasuk menyiapkan fasilitas rawat inap beserta kebutuhan tempat tidur pasien.
“Setelah itu, baru kami lengkapi untuk layanan rawat inap sesuai dengan kesiapan fasilitas,” tambahnya.
Terkait ketersediaan alat kesehatan, sebagian perlengkapan disebut masih dalam proses pengiriman ke Berau. Pemasangan akan dilakukan segera setelah seluruh peralatan tiba.
“Beberapa alat kesehatan masih dalam perjalanan dan akan langsung dipasang begitu sampai,” jelasnya.
Untuk mendukung operasional awal, tenaga medis sementara akan diperbantukan dari RSUD dr Abdul Rivai. Skema ini membuat tenaga kesehatan harus bekerja secara bergantian di dua rumah sakit milik pemerintah daerah.
“Untuk sementara kami maksimalkan SDM yang ada. Belum memungkinkan melakukan rekrutmen dalam waktu dekat,” katanya.
Percepatan pembukaan RSUD Tanjung Redeb dilakukan sebagai respons atas tingginya beban layanan di RSUD dr Abdul Rivai yang dinilai sudah tidak mampu menampung seluruh pasien secara optimal.
Meski belum sepenuhnya siap, pemerintah memastikan pembenahan akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh layanan berjalan maksimal.
“Ini proses yang tidak bisa instan. Akan terus kami lengkapi dan perbaiki ke depan,” tegasnya.












