banner 728x250

DPRD Berau Soroti Keselamatan Transportasi Laut, Minta Pengawasan Diperketat

BERAU, BorneoPost — Tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan di jalur laut Kabupaten Berau mendorong DPRD untuk memberi perhatian serius pada aspek keselamatan transportasi. Risiko kecelakaan dinilai masih tinggi, terutama akibat lemahnya pengawasan di lapangan.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, menegaskan perlunya pembenahan menyeluruh terhadap sistem transportasi laut, mengingat perannya yang sangat vital bagi aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah pesisir dan kepulauan.

“Transportasi laut di Berau ini sangat padat, tidak hanya wisatawan, tapi juga pekerja. Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Politisi PPP tersebut menyoroti masih maraknya pelanggaran kapasitas angkut, khususnya pada armada speed boat. Praktik kelebihan muatan, menurutnya, menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan laut.

“Setiap kapal sudah memiliki batas kapasitas yang jelas. Itu tidak boleh dilanggar dalam kondisi apa pun,” tegasnya.

Ia mengingatkan, memaksakan jumlah penumpang melebihi kapasitas bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan seluruh penumpang.

“Jangan hanya karena ingin mengangkut lebih banyak penumpang, keselamatan diabaikan. Risikonya sangat besar,” tambahnya.

Saga juga menekankan peran penting Dinas Perhubungan (Dishub) dalam memastikan kepatuhan di lapangan. Ia meminta petugas di dermaga bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran, tanpa kompromi.

“Pengawasan harus diperketat. Jangan beri toleransi bagi motoris yang melanggar kapasitas, meskipun terlihat masih ada ruang,” ujarnya.

Selain pengawasan, ia mendorong pemerintah daerah segera menyusun regulasi khusus yang lebih komprehensif terkait transportasi laut di Berau. Aturan tersebut perlu dilengkapi dengan sanksi tegas untuk memberikan efek jera.

“Harus ada sanksi jelas, mulai dari penghentian operasional sementara hingga pencabutan izin bagi pelanggar,” katanya.

Tak hanya itu, Saga juga menyoroti pentingnya kelengkapan alat keselamatan di setiap armada, terutama jaket pelampung. Ia meminta seluruh penumpang wajib mengenakan pelampung sebelum kapal berangkat.

“Petugas harus memastikan jumlah pelampung cukup dan semua penumpang memakainya. Ini hal sederhana, tapi sangat krusial,” jelasnya.

Ia optimistis, dengan pengawasan yang ketat serta regulasi yang tegas, keselamatan transportasi laut di Berau dapat ditingkatkan, sehingga aktivitas masyarakat dan wisatawan tetap berjalan aman dan nyaman.

Arifin/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *