BERAU, BorneoPost – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat layanan kesehatan dengan menghadirkan rumah sakit baru di pusat Kota Tanjung Redeb. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengurai antrean panjang pasien sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, pembangunan rumah sakit baru ini dinilai sebagai langkah strategis yang telah lama dinantikan warga.
“Layanan kesehatan yang prima menjadi tolok ukur kemajuan daerah. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat infrastruktur kesehatan di Berau,” ujarnya saat meninjau kesiapan operasional rumah sakit tersebut, Senin.
Saat ini, Pemkab Berau telah mengoperasikan dua rumah sakit, yakni RSUD dr Abdul Rivai yang berdiri sejak 1968 dan RSUD Talisayan yang mulai beroperasi pada 2016. Penambahan rumah sakit baru ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan, sekaligus mendorong efisiensi penanganan pasien.
Rumah sakit yang berlokasi di Jalan Sultan Agung ini masih dalam tahap akhir penyelesaian. Pada tahap awal, layanan yang akan dibuka difokuskan pada rawat jalan, sebelum secara bertahap dilengkapi dengan layanan lainnya, termasuk rawat inap.
Sri Juniarsih mengakui, proses persiapan operasional tidak bisa dilakukan secara instan. Mulai dari pemindahan peralatan hingga penataan fasilitas membutuhkan waktu dan penyesuaian.
“Tidak bisa langsung sempurna. Ini proses yang harus dilalui. Kami mohon masyarakat memahami, karena kekurangan yang ada akan terus kami benahi secara bertahap,” tegasnya.
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, seperti kesiapan ruang poli, sistem pendingin ruangan, hingga kenyamanan ruang tunggu pasien. Selain itu, sarana pendukung seperti ruang registrasi dan tata kelola lingkungan juga tak luput dari evaluasi.
Pemkab Berau juga tengah menyiapkan fasilitas penunjang untuk layanan rawat inap, termasuk penyediaan tempat tidur pasien. Namun, seluruh layanan akan dioperasikan setelah dipastikan memenuhi standar kesiapan.
“Kami fokuskan dulu layanan rawat jalan. Sementara itu, kebutuhan rawat inap terus kami siapkan agar saat dibuka nanti benar-benar siap melayani masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya di dalam gedung, penataan kawasan luar rumah sakit juga menjadi perhatian. Pemerintah memastikan sistem drainase, ruang terbuka, dan taman ditata dengan baik guna menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien maupun pengunjung.
Dengan hadirnya rumah sakit baru ini, Pemkab Berau optimistis akses layanan kesehatan akan semakin merata, sekaligus mendukung produktivitas masyarakat dan daya saing daerah ke depan.












