banner 728x250

RSUD Abdul Rivai Disorot: Utang Besar, Manajemen Dinilai Tak Transparan

BERAU, BorneoPost – Sorotan tajam datang dari DPRD Berau terhadap kondisi keuangan RSUD Abdul Rivai. Rumah sakit kebanggaan masyarakat Berau itu kini dibelit utang jumbo yang disebut mencapai Rp36,8 miliar.

Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, menegaskan angka tersebut bukan sekadar persoalan administratif, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan layanan kesehatan. Ia khawatir, beban utang yang terus membengkak akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan pasien.

“Ini bukan angka kecil. Kalau tidak segera ditangani, pelayanan bisa terganggu,” tegasnya.

Waris menilai, kondisi ini mencerminkan adanya masalah serius di tubuh manajemen rumah sakit. Ia mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari kebijakan keuangan, penerapan standar operasional, hingga tata kelola internal.

Menurutnya, DPRD tidak ingin berspekulasi tanpa data. Namun, hingga kini pihak rumah sakit dinilai belum menunjukkan itikad kooperatif. Pimpinan RSUD disebut beberapa kali mangkir dari pemanggilan resmi DPRD untuk memberikan penjelasan.

“Bagaimana kami bisa mencari solusi kalau dipanggil saja tidak hadir? Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” ujarnya dengan nada kecewa.

Di sisi lain, keluhan masyarakat terkait pelayanan RSUD Abdul Rivai terus bermunculan. Mulai dari antrean panjang hingga kualitas layanan yang dinilai menurun, semakin memperkuat kekhawatiran DPRD bahwa persoalan keuangan telah merembet ke sektor pelayanan.

DPRD Berau kini mendesak langkah cepat dan konkret. Transparansi anggaran dan pembenahan manajemen dianggap sebagai kunci agar krisis ini tidak semakin dalam.

“Rumah sakit ini vital. Jangan sampai masyarakat jadi korban karena masalah keuangan yang tidak kunjung diselesaikan,” pungkas Waris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *