banner 728x250

Jembatan Gunungsari Terancam Gerusan, DPUPR Dorong Penanganan Permanen

SEGAH,BorneoPost  – Kondisi Jembatan Gunungsari di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Meski rangka baja jembatan masih dinilai kokoh, ancaman abrasi dan gerusan arus sungai di bagian bawah terus membayangi keselamatan pengguna.

Jembatan yang saat ini masih berstatus sementara (bailey) itu dinilai membutuhkan penanganan permanen guna mengantisipasi risiko longsor, khususnya pada bagian tumpuan (abutment).

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengatakan hasil tinjauan lapangan menunjukkan kondisi struktur utama jembatan masih dalam keadaan baik.

“Secara struktur masih bagus, rangka bajanya aman. Tumpuannya juga masih stabil, bahkan masih ada sekitar tiga meter bagian yang kokoh,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (13/4/2026).

Namun demikian, ia mengingatkan potensi kerusakan tetap mengintai akibat gerusan air di bagian bawah jembatan. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu longsor, terlebih jembatan masih bersifat non-permanen.

“Memang tahun ini tidak sebesar tahun lalu gerusannya, tapi tetap ada potensi. Ini yang harus diantisipasi sejak dini,” jelasnya.

DPUPR Berau sebenarnya telah menyiapkan rencana peningkatan status jembatan menjadi permanen. Dalam perencanaan tersebut, tidak hanya pembangunan badan jembatan yang menjadi fokus, tetapi juga penguatan sisi bantaran yang terdampak erosi.

“Estimasi anggaran sekitar Rp12 miliar. Itu sudah termasuk penanganan sisi samping yang tergerus, seperti pemasangan sheet pile atau sistem pengaman lainnya,” terang Junaidi.

Kendati perencanaan telah disusun sejak beberapa tahun lalu, realisasi proyek masih terkendala ketersediaan anggaran. Usulan yang telah diajukan sejak 2022 hingga 2023, baik ke pemerintah daerah maupun provinsi, belum membuahkan hasil.

“Kami terus usulkan, termasuk ke provinsi. Tapi memang sampai sekarang belum ada alokasi anggaran. Ini tetap kami perjuangkan karena akses ini sangat vital bagi masyarakat,” tegasnya.

DPUPR berharap dukungan anggaran dapat segera terealisasi, mengingat peran strategis jembatan tersebut sebagai penghubung utama aktivitas warga di Kecamatan Segah. Tanpa penanganan permanen, risiko kerusakan yang lebih parah dikhawatirkan akan terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *