TANJUNG REDEB, BorneoPost – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meninjau pelaksanaan Gerakan Ikan Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Berau di Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur itu mendapat apresiasi karena dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting.
Dalam peninjauan tersebut, Rudy didampingi Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati Gamalis. Mereka melihat secara langsung antusiasme masyarakat yang memanfaatkan program penyediaan ikan dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Gerakan Ikan Murah merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Berau untuk meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat melalui penyediaan ikan berkualitas dengan harga terjangkau. Selain menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan, program ini juga diarahkan untuk memperbaiki asupan gizi keluarga, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Berau yang terus melaksanakan Gerakan Ikan Murah secara rutin setiap bulan dengan sistem bergilir di 13 kecamatan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus pengendalian inflasi daerah.
“Ini program yang sangat baik. Tujuannya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat melalui konsumsi protein ikan sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Berau,” ujarnya.
Rudy menjelaskan, peringatan Harganas tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat peran keluarga melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang. Ia menilai konsumsi ikan harus terus didorong karena menjadi salah satu sumber protein terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Selain manfaat kesehatan, ia menilai program tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang nyata karena masyarakat dapat membeli ikan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Di pasar umum harganya sekitar Rp50 ribu per kilogram, sedangkan di sini hanya Rp30 ribu per kilogram. Ini bukan hanya membantu pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pengendalian inflasi,” katanya.
Ia berharap Gerakan Ikan Murah dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalimantan Timur dalam upaya menekan prevalensi stunting.
“Kegiatan seperti ini harus terus digalakkan. Kita ingin bersama-sama menurunkan angka stunting dan menciptakan generasi Kalimantan Timur yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan Gerakan Ikan Murah merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat lebih mudah memperoleh sumber protein hewani dengan harga yang terjangkau.
Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting sejak dini.
“Harapannya konsumsi protein hewani masyarakat semakin meningkat sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Berau,” ungkapnya.
Sri Juniarsih menegaskan, program tersebut akan terus dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Berau agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Ia menyebut komitmen tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan pangan bergizi bagi keluarga.
“Dengan pelaksanaan secara bergilir di 13 kecamatan, kami ingin semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat Gerakan Ikan Murah. Kami berharap program ini mampu meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperkuat ketahanan gizi keluarga di Kabupaten Berau,” pungkasnya.
Arifin/Adv












