SAMARINDA, BorneoPost — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur menggelar Sarasehan dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bertema “Gerak Bersama Membangun IMM Kaltim” di Aula Gedung E Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara kader aktif dan para alumni IMM di Kalimantan Timur. Aula dipenuhi peserta mengenakan jas merah maroon khas IMM dengan suasana yang berlangsung khidmat dan tertib.
Ketua Umum DPD IMM Kaltim, Andri Rifandi, mengatakan Rakorda dan sarasehan ini bukan hanya agenda koordinasi organisasi, tetapi juga ruang membangun sinergi lintas generasi di tubuh IMM.
“Ini pertama kali silaturahmi alumni IMM dan kader dikemas dalam sarasehan besar seperti ini. Kami ingin membangun sinergitas antara kader baru dan para alumni yang selama ini tetap aktif memberi kontribusi bagi IMM,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah tokoh dan demisioner IMM sebagai narasumber, di antaranya Syahril Syah yang merupakan Ketua Umum DPP IMM periode 1995-1997, Masykur Sarmian selaku Ketua Fokal IMM Kaltim, Ns. Fitroh Asriadi Ketua Umum DPD IMM Kaltim periode 2008-2010, serta Zainuddin Ketua Umum DPD IMM Kaltim periode 2015-2017.
Diskusi dipandu oleh Sekretaris Umum DPD IMM Kaltim, Bagus Rizkiyanto.
Andri menjelaskan, para narasumber memberikan pandangan mengenai perjalanan IMM, penguatan ideologi organisasi, hingga tantangan kaderisasi di tengah perkembangan zaman dan dinamika politik nasional.
“Kegiatan ini kami harapkan menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal lebih dekat sejarah IMM Kaltim sekaligus memperkuat semangat kolektif dalam menghadapi agenda besar IMM secara nasional pada akhir tahun ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, KH Siswanto Sunandar, yang membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya kader IMM memahami arah perjuangan organisasi agar tidak kehilangan landasan gerakan.
“Agar kita tidak kehilangan dasar dan landasan. Lebih-lebih di tahun politik seperti sekarang, sering kali kita melihat banyak yang tidak memahami langkah dan tujuan perjuangan itu sendiri,” tegasnya.
Selain menjadi forum koordinasi organisasi, Rakorda dan sarasehan tersebut juga menjadi wadah memperkuat hubungan emosional antara kader muda dengan para demisioner. Interaksi hangat antar generasi IMM terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, menandai upaya membangun organisasi yang solid dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.












